 |
| Sumber Gambar : http://img1.etsystatic.com |
Rintik hujan
mencoba menyapa kamu yang sedang terduduk diam didalam ruanganmu bersama
segelas kopi hangat dan laptop di sudut ruangan yang sedang memutar lagu Sunny
and 75 dari Joe Nichols, sore itu. Gitar yang bersandar pada lenganmu belum
menggemakan suara, karena jemarimu yang lemas merasa malas untuk memetiknya.
Perlahan terdengar celoteh dari dalam dirimu yang berkata “Apa guna ?... tak
peduli sebanyak apapun melodi yang kamu mainkan, apa guna jika selama ini hanya
kamu sendiri yang menjadi penikmatnya?”. Entah darimana suara itu berasal,
namun kamu sempat mendengarnya, membuat dirimu terdiam tanpa sanggup ‘tuk
bersuara. “Goblok!... kamu tahu dengan kedua matamu jika orang – orang disekitarmu
menyibukkan dirinya mengikuti hal ini itu, dan mendapatkan namanya tertera di
dalam sejarah dan kenangan yang takkan hilang dari ingatan mereka, sementara
kamu masih terduduk di tempat yang sama selama berbulan – bulan tanpa berbuat
apa – apa ?”. Kembali suara itu nyeletuk
dari kedalaman dirimu yang paling dalam,
membuat pikiranmu kacau dengan hal – hal yang berlalu lalang. Kamu kehilangan
kendali, seketika kamu lecutkan kelima jarimu kepada senar gitar itu, dan pada
waktu itu pula muncul kilatan cahaya dilangit disertai dengan gemuruh liarnya.