Perfect World Online Spear Thingy
"Dibalik Sebuah Pintu Ada Sebuah Misteri Yang Disegel Dengan Tujuh Segel"

Senin, 13 Oktober 2014

Mungkin, Beberapa Tahun Lagi : Kazan, Denyut Nadi Tatartsan

Posted by Unknown on 15.10


... Aku memandangi Masjid Kul-Sharif yang berdiri megah menembus jendela apartemenku yang menggigil diterpa udara musim dingin. Mungkin sudah beberapa menit berlalu sejak kulayangkan santiran mataku kepadanya tadi. Bukan tanpa maksud aku terus - menerus memandanginya, karena sebilah pensil yang direngkuh oleh jemariku yang tegak lurus di atas secarik kertas yang masih putih ini menjadi alasannya. Ya... aku menunggu datangnya sebuah ilham mengetuk pintu batinku dan membangkitkan gagasanku. Karena menurutku, ilham tidak dapat dicari, karena ilham selalu menghampiri setiap insan yang haus akan inspirasi ....

Sabtu, 24 Mei 2014

Rekah Fajar

Posted by Unknown on 00.19

Sumber Gambar : http://framingpainting.com/UploadPic/2011/big/Sound%20of%20sunrise.jpg

Selasa, 25 Februari 2014

Evigilare In Somnium

Posted by Unknown on 22.29

Sumber Gambar : http://www.hdwallpaperfans.com/wp-content/uploads/2013/12/abstract-night-moon-hd-wallpapers-1.jpg

Rabu, 22 Januari 2014

Terbit di Kala Sepi (Laut Ini)

Posted by Unknown on 09.00

Sumber Gambar : http://www.amazingplacesonearth.com/

Selasa, 24 Desember 2013

Interlude Desember

Posted by Unknown on 23.34

Sumber Gambar : http://lightpaintingphotography.com

Minggu, 01 Desember 2013

Prelude Desember

Posted by Unknown on 11.48

Sumber Gambar : http://www.vhampyreart.com

Sabtu, 16 November 2013

(Hampir) Putus Asa

Posted by Unknown on 21.34

Sumber Gambar : http://img1.etsystatic.com
Rintik hujan mencoba menyapa kamu yang sedang terduduk diam didalam ruanganmu bersama segelas kopi hangat dan laptop di sudut ruangan yang sedang memutar lagu Sunny and 75 dari Joe Nichols, sore itu. Gitar yang bersandar pada lenganmu belum menggemakan suara, karena jemarimu yang lemas merasa malas untuk memetiknya. Perlahan terdengar celoteh dari dalam dirimu yang berkata “Apa guna ?... tak peduli sebanyak apapun melodi yang kamu mainkan, apa guna jika selama ini hanya kamu sendiri yang menjadi penikmatnya?”. Entah darimana suara itu berasal, namun kamu sempat mendengarnya, membuat dirimu terdiam tanpa sanggup ‘tuk bersuara. “Goblok!... kamu tahu dengan kedua matamu jika orang – orang disekitarmu menyibukkan dirinya mengikuti hal ini itu, dan mendapatkan namanya tertera di dalam sejarah dan kenangan yang takkan hilang dari ingatan mereka, sementara kamu masih terduduk di tempat yang sama selama berbulan – bulan tanpa berbuat apa – apa ?”. Kembali suara itu nyeletuk dari kedalaman dirimu  yang paling dalam, membuat pikiranmu kacau dengan hal – hal yang berlalu lalang. Kamu kehilangan kendali, seketika kamu lecutkan kelima jarimu kepada senar gitar itu, dan pada waktu itu pula muncul kilatan cahaya dilangit disertai dengan gemuruh liarnya.

Jumat, 15 November 2013

Ilusi

Posted by Unknown on 12.57

Sumber Gambar : http://images03.olx.com.pk

Senin, 14 Oktober 2013

Inginku

Posted by Unknown on 19.04


Sumber Gambar : http://fc02.deviantart.net

Senin, 02 September 2013

Ananta dan Dunia Seruling

Posted by Unknown on 14.50

Sumber Gambar : http://www.wallcoo.net

     Masa remaja memang membosankan, itulah pikiran yang terbesit dalam benak Ananta tiap kali ia menjalani harinya. Sudah menjadi kebiasaan, pagi - pagi sekali ia akan mengenakan seragam abu-abu putih kebanggaannya, dan sepulang sekolah, ia akan menghabiskan harinya di dalam rumah. Di sana, Ananta seringkali menghilangkan kebosanannya dengan bermain musik. Untuk tingkatan anak SMA, permainan dan selera musiknya bisa dibilang di atas rata - rata. Ia pandai memainkan berbagai alat musik, mulai dari gitar, piano, hingga biola. Namun, ia lebih memilih seruling sebagai "Senjata pamungkasnya".

Kamis, 29 Agustus 2013

Dia : Sebuah Kenangan Indah

Posted by Unknown on 02.17

Sumber Gambar : http://cdn.dailypainters.com

     Ketika aku berumur sepuluh tahun, ayahku memberiku sebuah buku. Ia berkata bahwa buku itu adalah milik mendiang ibuku yang meninggal saat aku berusia lima tahun. Ia juga berkata bahwa buku itu adalah buku favorit ibuku kala ia masih remaja. Tak peduli seberapa keras aku mencopba berfikir untuk memahami setiap bait yang tertulis di dalam buku ini, aku tetap tak bisa memahaminya. Meski aku tahu ayahku memberikan buku ini kepadaku sebagai obat dari penyakit ‘rindu ibu’ yang bisa membuatku mengigau semalaman.