Image Source : http://www.oceansbridge.com/paintings/museums/new-hermitage/Premazzi_Luigi-ZZZ-Mansion_of_Baron_A.L._Stieglitz._The_Concert_Hall.jpg
“Dia telah
berubah… Entah bagaimana, kurasakan dia telah berubah.” Itulah kata – kata yang
sempat terucap dari mulut Luna, sepupuku yang juga tunangan Nigel, sahabatku. “Sudah
hampir seminggu ini aku tidak mendapatkan sedikitpun kabar tentangnya, entah
mengapa ia menjadi benar – benar diam” Lanjutnya. Sejenak kemudian hening,
hingga ia melanjutkan perkataannya “Apakah ia pernah menghubungimu belakangan
ini ?” Ia bertanya padaku. “Tidak, terakhir kali, aku dan dia meminum cranberry
juice hingga larut malam di sebuah bar di pinggir kota” Jawabku. Kemudian kucoba
untuk menghubunginya lewat telefon beberapa kali, namun yang kudengar hanyalah
suara mesin penjawab. “Aneh… sangat tidak biasa” kataku kepada Luna. “Sudahkah
kau coba untuk mendatangi rumahnya ?” aku melanjutkan perkataanku. “Belum… “
Jawabnya singkat. “Hmm… mengapa tidak kita hampiri saja dia, dan mencari tahu
mengapa ia bertindak sangat aneh belakangan ini “ kataku. “Baiklah, tidak ada
salahnya mencoba “ jawabnya. Kemudian kami berdua pergi menuju ‘istana’
kediaman Nigel.

