Perfect World Online Spear Thingy
"Dibalik Sebuah Pintu Ada Sebuah Misteri Yang Disegel Dengan Tujuh Segel"

Sabtu, 16 November 2013

(Hampir) Putus Asa

Posted by Unknown on 21.34

Sumber Gambar : http://img1.etsystatic.com
Rintik hujan mencoba menyapa kamu yang sedang terduduk diam didalam ruanganmu bersama segelas kopi hangat dan laptop di sudut ruangan yang sedang memutar lagu Sunny and 75 dari Joe Nichols, sore itu. Gitar yang bersandar pada lenganmu belum menggemakan suara, karena jemarimu yang lemas merasa malas untuk memetiknya. Perlahan terdengar celoteh dari dalam dirimu yang berkata “Apa guna ?... tak peduli sebanyak apapun melodi yang kamu mainkan, apa guna jika selama ini hanya kamu sendiri yang menjadi penikmatnya?”. Entah darimana suara itu berasal, namun kamu sempat mendengarnya, membuat dirimu terdiam tanpa sanggup ‘tuk bersuara. “Goblok!... kamu tahu dengan kedua matamu jika orang – orang disekitarmu menyibukkan dirinya mengikuti hal ini itu, dan mendapatkan namanya tertera di dalam sejarah dan kenangan yang takkan hilang dari ingatan mereka, sementara kamu masih terduduk di tempat yang sama selama berbulan – bulan tanpa berbuat apa – apa ?”. Kembali suara itu nyeletuk dari kedalaman dirimu  yang paling dalam, membuat pikiranmu kacau dengan hal – hal yang berlalu lalang. Kamu kehilangan kendali, seketika kamu lecutkan kelima jarimu kepada senar gitar itu, dan pada waktu itu pula muncul kilatan cahaya dilangit disertai dengan gemuruh liarnya.

Kamu yang masih terdiam memandang menuju kehampaan, memikirkan kesempatan di masa lalu yang terbuang karena kamu terlalu takut untuk mencoba. Memang, kamu sedang sendirian ketika kesempatan itu mengetukmu, kamu tidak menemukan seorangpun yang mendukungmu untuk maju. Hanya ada dirimu, sendirian berdiri tegak diantara pilihan antara iya dan tidak. Kamu yang sendiri merasa kecil hati dan menunda pilihan untuk berkata “iya”. Kini kamu telah mempunyai banyak konstelasi bintang yang tergantung diatas langitmu. Kamu memiliki dukungan penuh untuk terus memantapkan langkahmu, namun ada satu hal yang masih membuatmu tertunduk lesu. Kesempatan yang dulu telah hilang, bagai air samudera yang kandas tanpa menemukan pantai tuk berlabuh, kembali datang menghantuimu. Kamu berfikir bahwa jika saja “bintang – bintang” itu datang dan memberimu semangat penuh untuk melaju, kamu tak akan pernah ragu untuk berkata “iya” dalam kesempatan itu dan kamu akan berdiri sejajar dan ikut berpendar diantara konstelasi itu.

Namun naas, pilihanmu di masa lalu membuatmu hanya mampu tertunduk di bawah bayang – bayang bintang yang bersinar di atas langitmu. Mereka mampu bersinar, berpendar, dan berpijar, sementara kamu ?, yang kamu lakukan hanyalah terus menerus memandangi bayanganmu disepanjang jalan yang menuntunmu menuju ketiadaan. Kamu terus berjalan, sementara pikiranmu masih terjebak di dalam jeratan yang mengikatmu di dalam titik jenuh dari suatu kebingungan. Membuatmu seolah tersedot ke dalam suasana limbo, dimana kamu merasa terbuang dan terlantar. Kamu tahu bahwa jalan yang kamu tapaki saat ini menuntunmu menuju ketiadaan, lantas mengapa kamu mengikutinya ?. Kamu memang sadar, hanya saja kamu sedang menunggu kepastian apakah kesempatan memberikan amnesti kepadamu, hingga kamu dapat memulai segalanya dari awal, atau kesempatan malah membuang muka darimu dan membiarkanmu hilang ditelan ketiadaan ?. Tak ada yang tahu, kesempatan boleh  melakukan apapun sesuai kehendaknya, namun pilihan untuk berubah selalu ada dalam genggamanmu. Lantas, keputusan apakah yang harus kamu ambil saat ini ?, hanya kamu yang tahu. Yang jelas apapun itu keputusanmu, ingatlah bahwa kini "kamu tak lagi sendiri”.-SA-

1 komentar:

Sendiri ataupun tidak sendiri, kamu punya tujuan kan? Mereka hanya bertugas mendukungmu. Tidak lebih. Karena pada akhirnya juga, kita akan berjalan sendiri-sendiri. Mungkin sekarang ada bersama, namun sesaat setelahnya? Tidak akan pernah ada yang tahu akan seperti apa. Namun, satu hal yang pasti ialah tidak adanya kepastian. Tidak akan pernah ada keabadian. Semua akan bergulir. Kecuali tujuanmu. Hidupmu akan selalu berubah setiap harinya. Akan selalu ada yang datang dan pergi. Memberikan bekas. Selalu seperti itu. Itu yang akan menjadikanmu tangguh. Dan membuatmu cukup mampu untuk berjalan sendiri. Mereka yang berada disekitarmu hanya sebuah titipan agar kamu bisa sedikit mendapatkan percikan kebahagiaan dalam kubangan kehidupan. Jangan pernah berpikir bahwa kamu akan selalu dapat bersama mereka. Selamanya. Itu tidak akan mungkin. Mereka juga memiliki tujuannya masing-masing. Tetapkan pilihanmu. Jangan selalu bergantung kepada mereka. Berjalanlah di jalanmu dan mereka juga akan berjalan di jalan mereka. Berdirilah dengan kakimu sendiri dan berikanlah keputusanmu kepada kehidupan :)

Posting Komentar