![]() |
| Sumber Gambar : http://img1.etsystatic.com |
Rintik hujan
mencoba menyapa kamu yang sedang terduduk diam didalam ruanganmu bersama
segelas kopi hangat dan laptop di sudut ruangan yang sedang memutar lagu Sunny
and 75 dari Joe Nichols, sore itu. Gitar yang bersandar pada lenganmu belum
menggemakan suara, karena jemarimu yang lemas merasa malas untuk memetiknya.
Perlahan terdengar celoteh dari dalam dirimu yang berkata “Apa guna ?... tak
peduli sebanyak apapun melodi yang kamu mainkan, apa guna jika selama ini hanya
kamu sendiri yang menjadi penikmatnya?”. Entah darimana suara itu berasal,
namun kamu sempat mendengarnya, membuat dirimu terdiam tanpa sanggup ‘tuk
bersuara. “Goblok!... kamu tahu dengan kedua matamu jika orang – orang disekitarmu
menyibukkan dirinya mengikuti hal ini itu, dan mendapatkan namanya tertera di
dalam sejarah dan kenangan yang takkan hilang dari ingatan mereka, sementara
kamu masih terduduk di tempat yang sama selama berbulan – bulan tanpa berbuat
apa – apa ?”. Kembali suara itu nyeletuk
dari kedalaman dirimu yang paling dalam,
membuat pikiranmu kacau dengan hal – hal yang berlalu lalang. Kamu kehilangan
kendali, seketika kamu lecutkan kelima jarimu kepada senar gitar itu, dan pada
waktu itu pula muncul kilatan cahaya dilangit disertai dengan gemuruh liarnya.
Kamu yang
masih terdiam memandang menuju kehampaan, memikirkan kesempatan di masa lalu
yang terbuang karena kamu terlalu takut untuk mencoba. Memang, kamu sedang
sendirian ketika kesempatan itu mengetukmu, kamu tidak menemukan seorangpun
yang mendukungmu untuk maju. Hanya ada dirimu, sendirian berdiri tegak diantara
pilihan antara iya dan tidak. Kamu yang sendiri merasa kecil hati dan menunda
pilihan untuk berkata “iya”. Kini kamu telah mempunyai banyak konstelasi
bintang yang tergantung diatas langitmu. Kamu memiliki dukungan penuh untuk
terus memantapkan langkahmu, namun ada satu hal yang masih membuatmu tertunduk
lesu. Kesempatan yang dulu telah hilang, bagai air samudera yang kandas tanpa
menemukan pantai tuk berlabuh, kembali datang menghantuimu. Kamu berfikir bahwa
jika saja “bintang – bintang” itu datang dan memberimu semangat penuh untuk
melaju, kamu tak akan pernah ragu untuk berkata “iya” dalam kesempatan itu dan
kamu akan berdiri sejajar dan ikut berpendar diantara konstelasi itu.
Namun naas,
pilihanmu di masa lalu membuatmu hanya mampu tertunduk di bawah bayang – bayang
bintang yang bersinar di atas langitmu. Mereka mampu bersinar, berpendar, dan
berpijar, sementara kamu ?, yang kamu lakukan hanyalah terus menerus memandangi
bayanganmu disepanjang jalan yang menuntunmu menuju ketiadaan. Kamu terus
berjalan, sementara pikiranmu masih terjebak di dalam jeratan yang mengikatmu
di dalam titik jenuh dari suatu kebingungan. Membuatmu seolah tersedot ke dalam
suasana limbo, dimana kamu merasa
terbuang dan terlantar. Kamu tahu bahwa jalan yang kamu tapaki saat ini
menuntunmu menuju ketiadaan, lantas mengapa kamu mengikutinya ?. Kamu memang
sadar, hanya saja kamu sedang menunggu kepastian apakah kesempatan memberikan
amnesti kepadamu, hingga kamu dapat memulai segalanya dari awal, atau
kesempatan malah membuang muka darimu dan membiarkanmu hilang ditelan ketiadaan
?. Tak ada yang tahu, kesempatan boleh
melakukan apapun sesuai kehendaknya, namun pilihan untuk berubah selalu ada
dalam genggamanmu. Lantas, keputusan apakah yang harus kamu ambil saat ini ?,
hanya kamu yang tahu. Yang jelas apapun itu keputusanmu, ingatlah bahwa kini "kamu
tak lagi sendiri”.-SA-

1 komentar:
Sendiri ataupun tidak sendiri, kamu punya tujuan kan? Mereka hanya bertugas mendukungmu. Tidak lebih. Karena pada akhirnya juga, kita akan berjalan sendiri-sendiri. Mungkin sekarang ada bersama, namun sesaat setelahnya? Tidak akan pernah ada yang tahu akan seperti apa. Namun, satu hal yang pasti ialah tidak adanya kepastian. Tidak akan pernah ada keabadian. Semua akan bergulir. Kecuali tujuanmu. Hidupmu akan selalu berubah setiap harinya. Akan selalu ada yang datang dan pergi. Memberikan bekas. Selalu seperti itu. Itu yang akan menjadikanmu tangguh. Dan membuatmu cukup mampu untuk berjalan sendiri. Mereka yang berada disekitarmu hanya sebuah titipan agar kamu bisa sedikit mendapatkan percikan kebahagiaan dalam kubangan kehidupan. Jangan pernah berpikir bahwa kamu akan selalu dapat bersama mereka. Selamanya. Itu tidak akan mungkin. Mereka juga memiliki tujuannya masing-masing. Tetapkan pilihanmu. Jangan selalu bergantung kepada mereka. Berjalanlah di jalanmu dan mereka juga akan berjalan di jalan mereka. Berdirilah dengan kakimu sendiri dan berikanlah keputusanmu kepada kehidupan :)
Posting Komentar