Perfect World Online Spear Thingy
"Dibalik Sebuah Pintu Ada Sebuah Misteri Yang Disegel Dengan Tujuh Segel"

Senin, 20 Agustus 2012

Peperangan Abadi

Posted by Unknown on 17.38


Illustration Source : http://images.fineartamerica.com/images-medium/spiritual-warfare-susanna-katherine.jpg


            Sejak bermulanya waktu, Surga dan Neraka telah menjadikan Bumi sebagai medan peperangan. Mereka bertarung untuk memperebutkan jiwa – jiwa manusia. Setiap satu aeon, terpilihlah tujuh pejuang yang mewakili tiap – tiap kubu untuk melaksanakan suatu pertempuran suci yang dahsyat, yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Namun, nampaknya Neraka telah memenangkan pertempuran Aeon terdahulu. Kau tahu, kini pencurian, perampokan, pembunuhan dapat terjadi di mana saja, bahkan tepat di depan matamu. Tidak cukup demikian, kini para Setan juga telah merubah manusia menjadi sangat tamak dan korup, kegelapan selama satu aeon telah membuat manusia menjadi benar – benar buta. Maka dari itu, untuk mengembalikan cahaya ke dalam hati manusia, para malaikat harus benar – benar berjuang dengan sangat keras.


            Adalah Mikael, seorang malaikat yang dikirim oleh surga untuk turun menuju bumi untuk mengetahui bagaimana keadaan bumi saat ini. Ia diutus langsung oleh malaikat tertinggi Gabriel untuk mencari kelima temannya yang tersebar di atas bumidan mengaetahui keadaan mereka untuk mempersiapkan sebuah rencana yang akan mereka lakukan untuk menghalau kegelapan dari dalam jiwa manusia. Namun kedatangan Mikael di atas dunia segera diketahui oleh Lucifer, pemimpin Pejuang Neraka, lantas Lucifer menyuruh Belphegor untuk melenyapkan Mikael kala itu juga. Gabriel, yang mengetahui rencana Lucifer memberikan suatu penglihatan kepada Mikael bahwa Belphegor sedang dalam perjalanan untuk melenyapkannya. Benar saja, tak lama kemudian Belphegor muncul dari dalam kegelapan bayang – bayang malam dengan sebilah taring bahamut di tangannya, Mikael yang mengetahui hal ini segera menghindar, terjadi pertarungan sengit diantara mereka berdua, hingga Mikael dapat melenyapkan iblis itu dengan taring bahamut miliknya. Mikael, yang  terluka parah meminta petunjuk kepada Gabriel, dan Gabriel memeberitahu Mikael untuk mencari Raphael, Malaikat Penyembuhan.

            Mikael yang terluka, berjalan gontai menuju sebuah apartemen lusuh di pojok kota untuk menemui Raphael. Mikael kemudian bertemu Raphael dan meminta Raphael untuk menyembuhkan luka yang dideritanya. Namun Raphael menolak, ia mengatakan kepada Mikael bahwa para Pejuang Neraka akan segera mengetahui dimana mereka berada dan ia juga mengatakan kepada Mikael agar sebisa mungkin menghilangkan tanda – tanda kemalaikatannya, karena ia khawatir para Pejuang Neraka menemukannya. Kemudian Raphael tersadar, bahwa cepat atau lambat para Pejuang Neraka akan segera menemukannya, dan kemudian ia pun menyembuhkan luka – luka yang diderita Mikael. Tak lama kemudian, terjadi beberapa getaran kecil di apartemen Raphael, cahaya lampu mendadak kelam. “Mereka datang” Bisik Raphael. Seketika itu pula muncul sekelebat asap hitam yang menyelimuti ruangan, dan dari dalamnya muncul Pejuang Neraka Mammon, Satan, dan Leviathan. Mikael dan Raphael yang jelas kalah jumlah menjadi putus asa, hingga disaat itu juga muncul seberkas cahaya yang menyilaukan mata, dan dari dalamnya muncul Uriel, Malaikat Kebijaksanaan dan Keselamatan yang memeluk mereka berdua dan dengan kekuatannya, ia membawa kedua saudaranya itu menjauh menu tempat asing yang berada diluar jangkauan para Pejuang Neraka.

            Uriel membawa Raphael dan Mikael menuju sebuah tempat persembunyian para malaikat, dimana disana mereka bertemu dengan Selaphiel dan Jegudiel. Mikael, yang merasa bingung dengan keadaan yang ada berkata kepada Uriel “Jadi, mengapa kita harus bersembunyi ? bukankah seharusnya tugas kita adalah membasmi mereka semua ? Mengapa kalian lebih memilih untuk berdiam dan mengasingkan diri sementara di luar sana para manusia dibuat menderita oleh dosa – dosa mereka ?”. “ Kau baru beberapa jam berada di sini, Mikael, dan kau samasekali tidak mengetahui sedikitpun tentang apa – apa yang terjadi di sini” Kata Uriel. “Namun aku telah membunuh salah satu dari mereka, bukankah kita telah menang jumlah ?” Kata Mikael. “ Biar kujelaskan, ini bukan tentang jumlah, ini tentang kekuatan. Asal kau tahu, bahkan membunuh enam dari mereka tidak membuat kita unggul. Sifat kegelapan dari dalam diri manusia membuat para Pejuang Neraka menjadi semakin kuat. Manusia yang semakin patuh terhadap kesombongan, ketamakan, hawa nafsu, kemarahan, keserakahan, kedengkian, dan kemalasan membuat pengaruh Iblis semakin merajalela, dan membuat para malaikat tak berdaya. Salah satu jalan keluar adalah mereka menyembunyikan tanda – tanda kemalaikatan mereka, dan menyamar sebagai manusia yang mengajarkan kebaikan, jadi para iblis akan benar – benar lenyap jika kegelapan yang menyelubungi hati manusia juga lenyap” Kata Uriel “Namun itu bukan perkara mudah, kebaikan kini disejajarkan dengan kebodohan, tak peduli seberapa banyak cahaya yang berada dalam jiwa mereka, Lucifer dan anak buahnya selalu dapat menemukan cara untuk menyematkan benih – benih kegelapan di dalam diri manusia” Sambungnya.

            “Jadi, apa yang harus kita lakukan kini ?” Tanya Mikael. “Kita harus menunggu Gabriel untuk turun tangan, hanya dia lah satu – satunya harapan “ Jawab Raphael. Tak lama kemudian seberkas cahaya putih muncul menyibak kegelapan, dari dalamnya nampak Gabriel turun tepat diantara mereka dan berkata “Saudaraku, janganlah kalian berputus asa, harapan akan selalu ada jika kalian berusaha, memang kini kegelapan menguasai bumi, namun percayalah, di tangan – tangan telanjang kita terdapat fajar yang mampu menghalau kegelapan, dan biarkanlah setelahnya cahaya berkah menjadi musim semi yang dirindukan bumi yang kini kedinginan dalam kelam musim salju. Mari saudaraku, mari bangkit dan tunjukkan pada mereka, bahwa tak peduli seberapa lama kejahatan dapat bertahan, di akhir kisah, mereka akan selalu menemui kegagalan. “ Merasa tergugah oleh kata – kata Gabriel, keenam Malaikat itu dengan segenap keberaniannya bertekad untuk menemui para Pejuang Neraka dan bersiap untuk sebuah konfrontasi besar yang menentukan nasib umat manusia. “ Berjuanglah kawanku, kalian terberkati !” Ujar Gabriel  saat mereka satu persatu mulai meninggalkan persembunyian mereka.

            Keenam malaikat itu sampai di atas sebuah padang rumput yang luas, dan kemudian berkumpul untuk menanti datangnya para Pejuang Neraka. Tak lama kemudian, asap hitam membubung di udara, semakin mendekat dan menjelma menjadi para Pejuang Neraka. Peperangan tak dapat dihindarkan, pertarungan sengit antara kegelapan dan cahaya, kejahatan dan kebaikan, neraka dan surga  telah terjadi, di sini nasib para manusia dipertaruhkan. Didorong oleh rasa murka terhadap kematian Belphegor, Satan dengan deras menyerang Mikael, namun secara cepat Selaphiel menghalau serangan Satan dan kemudian terlibat dalam sebuah duel. Mikael dapat terbang bebas untuk menghadapi Lucifer. Di sisi lain, Jegudiel dengan mata tajam menusukkan tombaknya tepat menghujam jantung Beelzebub, menumbangkannya menuju tanah. Namun, Leviathan yang licik menyerang Jegudiel dari belakang, menebas kedua sayapnya, dan menghujam jantungnya. Jegudiel yang tak berdaya pun tumbang.  Selaphiel yang bertarung sengit dengan Satan diganggu oleh kedatangan Asmodeus, pertarungan yang tidak seimbang itu membuat Selaphiel harus tumbang di tangan Satan.  

Kini, Uriel dan Raphael harus bertarung berpasangan menghadapi Satan, Asmodeus, dan Leviathan. Raphael pun beranjak untuk menghadapi Satan dan Asmodeus, sementara Uriel melawan Leviathan. Uriel memutuskan untuk membuang pedangnya dan menggunakan ilmunya untuk melawan Leviathan, tak lama kemudian ia dapat menumbangkannya. Namun naas, Uriel yang tak bersenjata itu dihujam oleh Asmodeus, sehingga ia tumbang ke atas tanah. Raphael yang murka segera memusatkan pikirannya dan mengeluarkan sihir cleanse menuju kedua iblis itu dan membuat mereka meronta dan kemudian tumbang di atas tanah. Namun sihir tersebut membuat Raphael kehilangan banyak tenaga. Sementara itu, duel sengit antara Lucifer dan Mikael terjadi di atas angkasa,

Langit bergejolak, bintang – bintang memudar, malam menjadi semakin kelam. Lucifer bertarung dengan sepenuh tenaga, membuat Mikael tak berdaya. Hingga akhirnya, pedang Lucifer menghujam dada Mikael hingga menembus tubuhnya, pandangan kosong Mikael tertuju kepada luasnya angkasa “Gabriel, maafkan kegagalanku” Ujar Mikael Lirih. Namun belum sempat jatuh ke atas tanah, Raphael yang sekarat menyalurkan kekuatan terakhirnya untuk menyembuhkan luka Mikael. Seketika itu jua garis – garis cahaya menyelimuti tubuh Mikael yang lemas. Cahaya itu behasil membuat Mikael kembali terbang dan menghadapi Lucifer, namun meninggalkan Raphael tak bernyawa di atas tanah. Pertarungan sengit kembali terjadi, kini Mikael menjadi lebih mendominasi, kekuatan yang bergejolak di dalam dirinya mampu membuat Lucifer tak berdaya hingga ia mampu mendaratkan pedangnya tepat di jantung Lucifer. Lucifer tersenyum dan kemudian berkata “Sia – sia, tak peduli beberapa kali kau membunuhku, kejahatan dari dalam diri manusia takkan pernah padam ataupun hilang. Ingatlah, tanpa adanya kegelapan, bintang – bintang takkan pernah bersinar” kemudian ia tertawa lepas dan asap hitam menyelimuti dirinya, tubuh Lucifer pun larut di dalam udara.

Langit kembali tenang dan bintang – bintang kembali bersinar, Mikael menjejakkan kakinya di atas tanah, kata –kata yang terucap dari mulut Lucifer memenuhi pikirannya. Di tengah keraguannya itu, Gabriel turun di hadapannya dan berkata “ Janganlah keraguan itu menyelimuti pikiranmu, wahai saudaraku, memang kegelapan itu akan tetap ada dalam diri manusia, adalah tugas kita untuk menjaga agar kegelapan itu tak menguasai seluruh jiwa manusia, karena sesunggunya para setan itu sendiri terlahir dari kejahatan para manusia. Kita bukanlah penyelamat para manusia, kita hanyalah perantara, karena takdir para manusia ada pada diri manusia itu sendiri . Disanalah mereka mendapat kemuliaannya “. Setelah Gabriel selesai berkata, terlihat cahaya yang merangkak di atas cakrawala, menandakan hari baru telah tiba, para malaikat yang tumbang menjelma menjadi ribuan cahaya kecil yang membubung tinggi menuju angkasa. “Kini cahaya telah kembali di atas dunia ini, saatnya kita pulang, saudaraku” Gabriel menyentuh pundak Mikael, dan mereka berdua kembali menuju Surga.-SA-

2 komentar:

How did you know about the Three archangels?

Posting Komentar