Illustration Source : http://images.fineartamerica.com/images-medium/spiritual-warfare-susanna-katherine.jpg
Sejak
bermulanya waktu, Surga dan Neraka telah menjadikan Bumi sebagai medan
peperangan. Mereka bertarung untuk memperebutkan jiwa – jiwa manusia. Setiap
satu aeon, terpilihlah tujuh pejuang yang mewakili tiap – tiap kubu untuk
melaksanakan suatu pertempuran suci yang dahsyat, yang dapat mempengaruhi
kehidupan manusia. Namun, nampaknya Neraka telah memenangkan pertempuran Aeon
terdahulu. Kau tahu, kini pencurian, perampokan, pembunuhan dapat terjadi di
mana saja, bahkan tepat di depan matamu. Tidak cukup demikian, kini para Setan
juga telah merubah manusia menjadi sangat tamak dan korup, kegelapan selama
satu aeon telah membuat manusia menjadi benar – benar buta. Maka dari itu, untuk
mengembalikan cahaya ke dalam hati manusia, para malaikat harus benar – benar berjuang
dengan sangat keras.
Adalah
Mikael, seorang malaikat yang dikirim oleh surga untuk turun menuju bumi untuk
mengetahui bagaimana keadaan bumi saat ini. Ia diutus langsung oleh malaikat
tertinggi Gabriel untuk mencari kelima temannya yang tersebar di
atas bumidan mengaetahui keadaan mereka untuk mempersiapkan sebuah rencana yang
akan mereka lakukan untuk menghalau kegelapan dari dalam jiwa manusia. Namun
kedatangan Mikael di atas dunia segera diketahui oleh Lucifer, pemimpin Pejuang
Neraka, lantas Lucifer menyuruh Belphegor untuk melenyapkan Mikael kala itu
juga. Gabriel, yang mengetahui rencana Lucifer memberikan suatu penglihatan
kepada Mikael bahwa Belphegor sedang dalam perjalanan untuk melenyapkannya.
Benar saja, tak lama kemudian Belphegor muncul dari dalam kegelapan bayang –
bayang malam dengan sebilah taring bahamut di tangannya, Mikael yang mengetahui
hal ini segera menghindar, terjadi pertarungan sengit diantara mereka berdua,
hingga Mikael dapat melenyapkan iblis itu dengan taring bahamut miliknya.
Mikael, yang terluka parah meminta
petunjuk kepada Gabriel, dan Gabriel memeberitahu Mikael untuk mencari Raphael,
Malaikat Penyembuhan.
Mikael
yang terluka, berjalan gontai menuju sebuah apartemen lusuh di pojok kota untuk
menemui Raphael. Mikael kemudian bertemu Raphael dan meminta Raphael untuk
menyembuhkan luka yang dideritanya. Namun Raphael menolak, ia mengatakan kepada
Mikael bahwa para Pejuang Neraka akan segera mengetahui dimana mereka berada
dan ia juga mengatakan kepada Mikael agar sebisa mungkin menghilangkan tanda –
tanda kemalaikatannya, karena ia khawatir para Pejuang Neraka menemukannya.
Kemudian Raphael tersadar, bahwa cepat atau lambat para Pejuang Neraka akan
segera menemukannya, dan kemudian ia pun menyembuhkan luka – luka yang diderita
Mikael. Tak lama kemudian, terjadi beberapa getaran kecil di apartemen Raphael,
cahaya lampu mendadak kelam. “Mereka datang” Bisik Raphael. Seketika itu pula
muncul sekelebat asap hitam yang menyelimuti ruangan, dan dari dalamnya muncul
Pejuang Neraka Mammon, Satan, dan Leviathan. Mikael dan Raphael yang jelas
kalah jumlah menjadi putus asa, hingga disaat itu juga muncul seberkas cahaya
yang menyilaukan mata, dan dari dalamnya muncul Uriel, Malaikat Kebijaksanaan
dan Keselamatan yang memeluk mereka berdua dan dengan kekuatannya, ia membawa
kedua saudaranya itu menjauh menu tempat asing yang berada diluar jangkauan
para Pejuang Neraka.
Uriel
membawa Raphael dan Mikael menuju sebuah tempat persembunyian para malaikat,
dimana disana mereka bertemu dengan Selaphiel dan Jegudiel. Mikael, yang merasa
bingung dengan keadaan yang ada berkata kepada Uriel “Jadi, mengapa kita harus
bersembunyi ? bukankah seharusnya tugas kita adalah membasmi mereka semua ?
Mengapa kalian lebih memilih untuk berdiam dan mengasingkan diri sementara di
luar sana para manusia dibuat menderita oleh dosa – dosa mereka ?”. “ Kau baru
beberapa jam berada di sini, Mikael, dan kau samasekali tidak mengetahui
sedikitpun tentang apa – apa yang terjadi di sini” Kata Uriel. “Namun aku telah
membunuh salah satu dari mereka, bukankah kita telah menang jumlah ?” Kata
Mikael. “ Biar kujelaskan, ini bukan tentang jumlah, ini tentang kekuatan. Asal
kau tahu, bahkan membunuh enam dari mereka tidak membuat kita unggul. Sifat
kegelapan dari dalam diri manusia membuat para Pejuang Neraka menjadi semakin
kuat. Manusia yang semakin patuh terhadap kesombongan, ketamakan, hawa nafsu,
kemarahan, keserakahan, kedengkian, dan kemalasan membuat pengaruh Iblis
semakin merajalela, dan membuat para malaikat tak berdaya. Salah satu jalan
keluar adalah mereka menyembunyikan tanda – tanda kemalaikatan mereka, dan
menyamar sebagai manusia yang mengajarkan kebaikan, jadi para iblis akan benar –
benar lenyap jika kegelapan yang menyelubungi hati manusia juga lenyap” Kata
Uriel “Namun itu bukan perkara mudah, kebaikan kini disejajarkan dengan
kebodohan, tak peduli seberapa banyak cahaya yang berada dalam jiwa mereka,
Lucifer dan anak buahnya selalu dapat menemukan cara untuk menyematkan benih –
benih kegelapan di dalam diri manusia” Sambungnya.
“Jadi,
apa yang harus kita lakukan kini ?” Tanya Mikael. “Kita harus menunggu Gabriel
untuk turun tangan, hanya dia lah satu – satunya harapan “ Jawab Raphael. Tak
lama kemudian seberkas cahaya putih muncul menyibak kegelapan, dari dalamnya nampak
Gabriel turun tepat diantara mereka dan berkata “Saudaraku, janganlah kalian
berputus asa, harapan akan selalu ada jika kalian berusaha, memang kini
kegelapan menguasai bumi, namun percayalah, di tangan – tangan telanjang kita
terdapat fajar yang mampu menghalau kegelapan, dan biarkanlah setelahnya cahaya
berkah menjadi musim semi yang dirindukan bumi yang kini kedinginan dalam kelam
musim salju. Mari saudaraku, mari bangkit dan tunjukkan pada mereka, bahwa tak
peduli seberapa lama kejahatan dapat bertahan, di akhir kisah, mereka akan
selalu menemui kegagalan. “ Merasa tergugah oleh kata – kata Gabriel, keenam
Malaikat itu dengan segenap keberaniannya bertekad untuk menemui para Pejuang
Neraka dan bersiap untuk sebuah konfrontasi besar yang menentukan nasib umat
manusia. “ Berjuanglah kawanku, kalian terberkati !” Ujar Gabriel saat mereka satu persatu mulai meninggalkan
persembunyian mereka.
Keenam
malaikat itu sampai di atas sebuah padang rumput yang luas, dan kemudian
berkumpul untuk menanti datangnya para Pejuang Neraka. Tak lama kemudian, asap
hitam membubung di udara, semakin mendekat dan menjelma menjadi para Pejuang
Neraka. Peperangan tak dapat dihindarkan, pertarungan sengit antara kegelapan
dan cahaya, kejahatan dan kebaikan, neraka dan surga telah terjadi, di sini nasib para manusia
dipertaruhkan. Didorong oleh rasa murka terhadap kematian Belphegor, Satan
dengan deras menyerang Mikael, namun secara cepat Selaphiel menghalau serangan
Satan dan kemudian terlibat dalam sebuah duel. Mikael dapat terbang bebas untuk
menghadapi Lucifer. Di sisi lain, Jegudiel dengan mata tajam menusukkan
tombaknya tepat menghujam jantung Beelzebub, menumbangkannya menuju tanah.
Namun, Leviathan yang licik menyerang Jegudiel dari belakang, menebas kedua
sayapnya, dan menghujam jantungnya. Jegudiel yang tak berdaya pun tumbang. Selaphiel yang bertarung sengit dengan Satan diganggu
oleh kedatangan Asmodeus, pertarungan yang tidak seimbang itu membuat Selaphiel
harus tumbang di tangan Satan.
Kini, Uriel dan
Raphael harus bertarung berpasangan menghadapi Satan, Asmodeus, dan Leviathan.
Raphael pun beranjak untuk menghadapi Satan dan Asmodeus, sementara Uriel
melawan Leviathan. Uriel memutuskan untuk membuang pedangnya dan menggunakan
ilmunya untuk melawan Leviathan, tak lama kemudian ia dapat menumbangkannya.
Namun naas, Uriel yang tak bersenjata itu dihujam oleh Asmodeus, sehingga ia
tumbang ke atas tanah. Raphael yang murka segera memusatkan pikirannya dan
mengeluarkan sihir cleanse menuju
kedua iblis itu dan membuat mereka meronta dan kemudian tumbang di atas tanah.
Namun sihir tersebut membuat Raphael kehilangan banyak tenaga. Sementara itu,
duel sengit antara Lucifer dan Mikael terjadi di atas angkasa,
Langit
bergejolak, bintang – bintang memudar, malam menjadi semakin kelam. Lucifer
bertarung dengan sepenuh tenaga, membuat Mikael tak berdaya. Hingga akhirnya,
pedang Lucifer menghujam dada Mikael hingga menembus tubuhnya, pandangan kosong
Mikael tertuju kepada luasnya angkasa “Gabriel, maafkan kegagalanku” Ujar
Mikael Lirih. Namun belum sempat jatuh ke atas tanah, Raphael yang sekarat
menyalurkan kekuatan terakhirnya untuk menyembuhkan luka Mikael. Seketika itu
jua garis – garis cahaya menyelimuti tubuh Mikael yang lemas. Cahaya itu
behasil membuat Mikael kembali terbang dan menghadapi Lucifer, namun
meninggalkan Raphael tak bernyawa di atas tanah. Pertarungan sengit kembali
terjadi, kini Mikael menjadi lebih mendominasi, kekuatan yang bergejolak di
dalam dirinya mampu membuat Lucifer tak berdaya hingga ia mampu mendaratkan
pedangnya tepat di jantung Lucifer. Lucifer tersenyum dan kemudian berkata “Sia
– sia, tak peduli beberapa kali kau membunuhku, kejahatan dari dalam diri
manusia takkan pernah padam ataupun hilang. Ingatlah, tanpa adanya kegelapan,
bintang – bintang takkan pernah bersinar” kemudian ia tertawa lepas dan asap hitam
menyelimuti dirinya, tubuh Lucifer pun larut di dalam udara.
Langit kembali
tenang dan bintang – bintang kembali bersinar, Mikael menjejakkan kakinya di
atas tanah, kata –kata yang terucap dari mulut Lucifer memenuhi pikirannya. Di
tengah keraguannya itu, Gabriel turun di hadapannya dan berkata “ Janganlah
keraguan itu menyelimuti pikiranmu, wahai saudaraku, memang kegelapan itu akan
tetap ada dalam diri manusia, adalah tugas kita untuk menjaga agar kegelapan
itu tak menguasai seluruh jiwa manusia, karena sesunggunya para setan itu
sendiri terlahir dari kejahatan para manusia. Kita bukanlah penyelamat para
manusia, kita hanyalah perantara, karena takdir para manusia ada pada diri
manusia itu sendiri . Disanalah mereka mendapat kemuliaannya “. Setelah Gabriel
selesai berkata, terlihat cahaya yang merangkak di atas cakrawala, menandakan
hari baru telah tiba, para malaikat yang tumbang menjelma menjadi ribuan cahaya
kecil yang membubung tinggi menuju angkasa. “Kini cahaya telah kembali di atas
dunia ini, saatnya kita pulang, saudaraku” Gabriel menyentuh pundak Mikael, dan
mereka berdua kembali menuju Surga.-SA-

2 komentar:
How did you know about the Three archangels?
How do I know ?... :D
Posting Komentar