Perfect World Online Spear Thingy
"Dibalik Sebuah Pintu Ada Sebuah Misteri Yang Disegel Dengan Tujuh Segel"

Rabu, 22 Agustus 2012

Mungkin Aku Terberkati

Posted by Unknown on 10.02




Image Source : http://www.oceansbridge.com/paintings/museums/new-hermitage/Premazzi_Luigi-ZZZ-Mansion_of_Baron_A.L._Stieglitz._The_Concert_Hall.jpg


“Dia telah berubah… Entah bagaimana, kurasakan dia telah berubah.” Itulah kata – kata yang sempat terucap dari mulut Luna, sepupuku yang juga tunangan Nigel, sahabatku. “Sudah hampir seminggu ini aku tidak mendapatkan sedikitpun kabar tentangnya, entah mengapa ia menjadi benar – benar diam” Lanjutnya. Sejenak kemudian hening, hingga ia melanjutkan perkataannya “Apakah ia pernah menghubungimu belakangan ini ?” Ia bertanya padaku. “Tidak, terakhir kali, aku dan dia meminum cranberry juice hingga larut malam di sebuah bar di pinggir kota” Jawabku. Kemudian kucoba untuk menghubunginya lewat telefon beberapa kali, namun yang kudengar hanyalah suara mesin penjawab. “Aneh… sangat tidak biasa” kataku kepada Luna. “Sudahkah kau coba untuk mendatangi rumahnya ?” aku melanjutkan perkataanku. “Belum… “ Jawabnya singkat. “Hmm… mengapa tidak kita hampiri saja dia, dan mencari tahu mengapa ia bertindak sangat aneh belakangan ini “ kataku. “Baiklah, tidak ada salahnya mencoba “ jawabnya. Kemudian kami berdua pergi menuju ‘istana’ kediaman Nigel.


Bicara tentang Nigel, siapa yang tidak mengenalnya ? ayahnya adalah pemilik perusahaan “Ouranos“, sebuah perusahaan yang menjadi ‘nyawa’ kota ini. Berbeda dengan ayahnya yang mudah bersosialisasi, Nigel sangat pemalu, dan dia berusaha menyembunyikan sifatnya ini dengan selalu terlihat “cool”. Ia memang pendiam, namun tidak biasa rasanya jika tiba – tiba ia menjadi se-tertutup ini. Kami berdua telah sampai di gerbang rumah Nigel, kulihat rumah ini tampak sangat sepi. Beberapa kali Luna telah memencet tombol bel, namun tidak ada tanggapan. Kucoba sekali lagi untuk menghubunginya melalui ponsel namun balasan yang kudapatkan hanyalah kesunyian. “Sudahlah, mungkin ia sedang tidak ada di rumah” Kataku pada Luna. Tanpa berkata apapun ia memalingkan diri dari gerbang ini, kulihat kekecewaan terlukis dalam wajahnya. Kami berdua pun sepakat untuk meninggalkan rumah ini.

… … … … … … …

Suatu malam lain datang di atas Ethera. Dalam kesendirian ini diriku terlarut didalam nada – nada yang dilantunkan jemari ini melalui sebuah piano. Entah mengapa kurasakan ada sesuatu yang berbeda pada langit malam ini. Ah… mungkin itu hanyalah perasaaanku saja. Tak berapa lama jemari ini berhenti melantunkan melodi, kesunyian kembali memenuhi ruangan ini. Sayup – sayup kudengar nada – nada yang serasa tidak asing di telingaku. Nada itu semakin jelas terngiang dalam benakku. “Simfoni Metamorfosa !” kataku kepada kesunyian, kemudian secara spontan pikiranku melayang mengingat – ingat Nigel. “Tidak… tidak mungkin… hal ini terlalu cepat datang… “ kuambil jaket dan kunci motorku, dan secepat mungkin aku pergi menuju rumah Nigel. Biar kuluruskan ceritanya, Nigel adalah seorang Ca’el, seorang wizard dengan elemen kegelapan. Para Ca’el akan mengalami sekali metamorfosis dalam hidupnya, bagi para Ca’el ini adalah perjuangan antara hidup dan mati. Untuk beberapa waktu batin mereka yang rentan akan terombang – ambing di atas dunia. Hanya ada satu cara untuk mencegah seorang Ca’el bertransformasi menjadi bentuk abadinya, yakni dengan menemukan dimana jiwa itu tertahan, dan mengembalikannya untuk menyelamatkan kehidupannya.

Aku berkendara menembus kegelapan, ingga aku menemukan diriku berdiri di depan rumah Nigel. Kulihat gerbang rumahnya terkunci, jadi aku memutuskan untuk menggunakan sihir ignis untuk membuka kunci pagar dan masuk ke dalam halaman rumahnya. Kini aku berada di depan pintu rumahnya, dan anehnya, ia meninggalkan pintu rumahnya tidak terkunci.Tanpa basa basi aku segera masuk ke dalam rumahnya. Firasat ini menuntunku menuju sebuah ruang di lantai tiga rumahnya. Kususuri setiap jalan di dalam rumahnya hingga mungkin kau takkan percaya apa yang aku lihat. Aku sampai di sebuah ruang dimana Nigel berbaring di atas altar berselimut kabut kegelapan.  “Ini belum terlambat …” Kataku. Kemudian aku memutuskan untuk membangunkan Luna di tengah malam ini dan menyuruhnya kemari.

Selang beberapa waktu ia datang, Ia terkejut, melihat kenyataan yang terjadi tepat di depan matanya. kurasakan hatinya luluh, dengan kesedihan mendalam ia bersimpuh di sisi tubuh Nigel yang tergeletak dan menangis. “Apa kau tahu cara untuk menyelamatkannya ?“ ia bertanya padaku. “ada satu cara, coba kau sentuhkan tanganmu di atas kepalanya dan katakan padaku apa yang kau lihat “ jawabku. Kemudian ia melakukan seperti yang kuperintahkan. Sejenak kemudian Luna berkata “Menara langit… ya… kulihat seseorang berjubah hitam yan sedang memegang sebuah lentera “. “Itu dia… tunggu sejenak, aku segera kembali” Kataku. Kemudian aku mengunakan sihir banish untuk memindahkan diriku menuju tempat yang dimaksud.

Sesampainya disana, kulihat seseorang berjubah hitam yang sedang memegang sebuah lentera, persis seperti yang digambarkan oleh Luna. “Penyihir Eter, apakah kau datang untuk mengambil ini ?” Kata orang misterius itu padaku. “Buktikan bahwa kau layak untuk memegang jiwa temanmu ini” sambungnya. Kemudian kami terlibat dalam sebuah duel yang sangat sengit, hingga beberapa kali aku tersudut. Belum pernah aku menemui seorang penyihir dengan kekuatan sedahsyat ini. Sempat terlintas dalam benakku bahwa ia bukanlah seorang manusia. Di tengah kemarahan ini aku melemparkan sihir morto, bermaksud untuk membunuhnya. Namun, sesuatu yang berada diluar dugaanku terjadi, sihir morto yang kukeluarkan berhasil dibelokkan oleh orang misterius itu dan tepat mengenai lentera yang berisikan jiwa Nigel. Orang misterius itu hanya tertawa lepas, dan kemudian lenyap ditelan kegelapan. “Tidak mungkin…” Kataku lirih, ditengah penyesalan yang amat sangat, aku kembali menggunakan sihir banish untuk kembali menuju rumah Nigel.

Disana kulihat kebut kegelapan tak lagi menyelimuti tubuh Nigel, di sisinya kulihat Luna sedang larut di dalam kesedihan. Aku menghampirinya dan menceritakan yang sebenarnya terjadi. Melalui matanya kulihat perasaannya tercabik – cabik hingga ia tak bisa berkata – kata. “ Aku akan menebus kesalahanku “ Kataku. Kemudian aku berdiri di sisi Nigel yang terbaring lemas, dan aku mengunakan sebuah sihir terlarang yang hanya bisa dilakukan oleh para penyihir eter sepertiku. Kemudian kurasakan tenaga di dalam diriku bergejolak, kurasakan rasa sakit yang luar biasa mengalir dalam setiap denyut nadiku. Tak lama kemudian kulihat Nigel membuka mata, bersamaan dengan itu cahaya fajar menembus jendela ruang ini dan jatuh di atas sepasang kekasih itu. Sangat menyentuh, aku tak dapat membayangkan jika mereka harus benar – benar berpisah. Hal terakhir yang kuingat adalah langit – langit ruangan itu, dimana terdapat lukisan Dewa Deus dengan sayap – sayapnya yang patah, sekejap kemudian hening menyelimuti seluruh tubuhku, aku merasa sangat terberkati.

 “Mereka layak berbagi keindahan melalui kasih sayang mereka berdua, sedangkan satu – satunya keindahan yang layak bagiku hanyalah kematian. “ -SA-

0 komentar:

Posting Komentar