Perfect World Online Spear Thingy
"Dibalik Sebuah Pintu Ada Sebuah Misteri Yang Disegel Dengan Tujuh Segel"

Rabu, 02 Januari 2013

'Supernatural'

Posted by Unknown on 20.51


     18:30, Itulah angka yang ditunjukkan oleh jam tangan yang menggulung di pergelangan kiriku ini, menandakan bahwa jam kuliah ini akan segera berakhir. Ketika dosen itu mengucapkan kata penutup dan melangkah keluar ruangan, umumnya para mahasiswa akan turut meninggalkan ruangan ini. Namun, tidak dengan kami berdua, ya... ketika semua mahasiswa telah keluar dari kelas ini, aku dan Ken masih tinggal untuk melakukan beberapa hal (Mohon jangan berfikir negatif, kami berdua masih normal). Perlu kalian ketahui, bahwa kami berdua memiliki sesuatu yang 'sedikit' berbeda dari remaja - remaja pada umumnya. Kami berdua bisa merasakan dan bahkan melihat keberadaan makhluk - makhluk yang tak bisa dilihat oleh manusia pada umumnya, bahkan kami bisa menggunakan kekuatan untuk memanggil dan sedikit menjahili mereka, secara sederhananya kami berdua adalah seorang 'Supernatural'.



   Tak lama kemudian aku mengeluarkan kamera digital dari dalam saku tasku dan berkata "Kemana kita sekarang ?". "Tunggu aja disini ..." Jawab Ken. Kemudian kami berdua terlarut di dalam obrolan tentang badai laporan yang 'gak ada berhentinya', hingga pada suatu titik kami mulai merasakan kehadiran mereka. "Gimana ?..." tanya Ken padaku. "Bentar.." jawabku, yah... perlu kujelaskan bahwa aku adalah seseorang yang mempunyai kemampuan sensing yang peka, itu artinya aku bisa merasakan kehadiran mereka meski terhalang oleh dinding, dan bahkan aku bisa mendengar bisikan dan langkah seseorang meski terbentang jarak beberapa meter jauhnya. Sedangkan Ken, selain bisa melihat kehadiran makhluk astral, ia bisa berinteraksi dengan makhluk tersebut. Satu yang sama diantara aku dan Ken adalah kami berdua bisa melontarkan 'sihir' kita untuk menjauhkan manusia dari gangguan - gangguan makhluk  - makhluk tersebut. Yah... mirip sihir yang kalian lihat di film Harry Potter itu, hanya saja kami tidak memerlukan tongkat sihir dan mantera-mantera khusus.

   Kurasakan kehadiran salah satu dari mereka di ujung selasar, ya... kulihat ia sedang berdiri menatap keluar jendela. Seketika itu juga kami meninggalkan ruangan itu dan bergegas untuk menemuinya "Pegangi dia" kataku pada Ken, ia mengeluarkan salah satu 'sihir' andalannya, yang bisa membuat makhluk itu kaku tak bergerak sama sekali. "Lakukan dengan cepat" Katanya. Aku segera menghidupkan kameraku dan mengambil gambar. "Kena..." kataku, Ken segera melepaskan tali pengekang makhluk itu dan menghampiriku. "Gimana hasilnya?" tanyanya padaku. "Gambarnya jelas, sayang agak gelap" kataku seraya menunjukkan hasil jepretan kameraku tadi. "Okelah... " jawabnya setelah melihat gambar yang ada di dalam kameraku. "Bagaimana ? apa kita lanjut lagi ?" Tanyaku. "Udah... ini aja cukup, cakra-ku udah mau abis nih" katanya. Kemudian kami berdua bertolak pergi menuju rumah masing - masing.

   Seperti biasa, ketika larut malam menjelang aku masih terdiam, berbaring dengan mata menyala memandangi ruang yang gelap di tengah udara Kota mBatu yang dingin ini. Beberapa kemudian kurasakan sesuatu yang tidak biasa di dalam tubuhku, kurasakan adanya aliran energi aneh yang berusaha memasuki tubuhku. Tanpa berfikir panjang aku pun mengeluarkan 'sihir pelindung' yang bisa melindungi tubuhku dari pengaruh - pengaruh yang tidak tampak.

   Pagi menjelang, dan jam menunjukkan angka 6:30. "Gila !! ... " aku segera terperanjat karena jam kuliah akan dimulai pukul 7:00, dan waktu perjalanan dari rumah menuju kampusku sekitar 45 menit jika jalanan tidak macet. Aku segera melakukan rutinitas pagiku dengan cepat dan memacu motor ini menuju kampus. Sesampainya di sana, kulihat jam menunjukkan pukul 7:13, aku segera berlari menuju ruang kelas yang berada pada lantai tiga, dan untungnya kulihat sang dosen belum menampakkan dirinya. Singkat cerita, setelah jam kuliah berakhir, aku menghampiri Ken yang terduduk di pojok ruangan. "Jiah... yang lagi pilek..." Sindirku padanya. "Kayaknya ini gara - gara perburuan tadi malam" jawabnya. "haha... jadi apa rencana buat nanti malam ?" tanyaku. "Gedung tengah kayaknya seru ..." jawabnya.
 
   Malam menjelang, kami berdua memasuki gedung tengah yang sebenarnaya dikunci. Tapi kami berdua juga ahli di bidang ini, jadi tanpa kesulitan kami membuka gerbang penutup gedung ini dan masuk ke dalamnya. Ketika pertama menapakkan kaki, aku sudah dapat merasakan kehadiran mereka. "Wah... apa kau bisa mengatasi ini semua ?" tanyaku. "Entahlah... nampaknya kali ini aku memerlukan sedikit bantuanmu" jawabnya. Begitulah selanjutnya kami melakukan tugas 'Ghostbuster' kami tentunya kini dengan hasil yang sangat memuaskan.

   Esoknya, terdapat suatu hal ganjil yang terjadi di sini. Ketika kami berdua berjalan menuju gedung kuliah, kami melihat sebuah kerumunan di sisi jalan. Terdorong oleh rasa penasaran, kami berlari mendekati kerumunan itu. Terlihat seseorang perempuan berambut panjang mengerang dan berteriak - teriak, dengan sekitar enam orang yang memeganginya. "Wah... kesurupan..." Kataku. Anehnya, ketika kami mendekat, perempuan itu memberontak sehingga enam orang itu tak kuat untuk menahannya. Aku bergegas untuk memeganginya dari belakang, sedangkan Ken dengan tenang menatap matanya, kurasakan pupil mata perempuan itu mengecil dan berkata "Kalian... kalian berdua telah mengusik keberadaan kami... tunggu pembalasan kami... " begitulah kata yang terlontar dari mulut perempuan itu dengan nada geram. "Kami tidak takut... jika memang demikian, kami menerima tantanganmu " Kata Ken, seraya melakukan 'sihir' untuk mengeluarkan makhluk halus itu dari dalam tubuh perempuan itu.
Sekejap kemudian, tubuh perempuan itu melemah, ia jatuh ke dalam alam bawah sadarnya, segera kusuruh beberapa orang untuk membawanya menuju klinik. Aku memandang wajah Ken yang nampaknya marah, kulihat ia menoleh ke arahku dan berkata "Malam ini, jam 12".

   00:05, kami kembali menuju gedung itu untuk melakukan sebuah konfrontasi. Mulanya hanya gangguan - gangguan kecil yang kami alami, yah... memang mudah bagi kami jika harus melewati ini semalaman. Namun tak berapa lama, mereka mulai menampakkan diri, "Wah... nampaknya kita akan semalaman di sini" kata Ken padaku. Aku hanya tersenyum dan mulai membantu Ken untuk melawan mereka. Pertarungan ini tidak begitu sengit, namun cukup membuat kami kewalahan karena kami kalah jumlah. Namun akhirnya kami sukses membuat mereka lari tunggang langgang. "Level 1 selesai, menuju level 2... " kata Ken bercanda. Memang kami sekarang berada pada lantai 1 gedung ini, selanjutnya kami akan bergerak menuju lantai 2 untuk menemui tantangan yang nampaknya menjanjikan pertarungan yang lebih sengit.

   03:17, kami menapakkan kaki di lantai 2, kurasakan sebuah energi yang sangat besar yang tersembunyi di dalam sebuah kelas. Segera kami menghampirinya untuk menemuinya. "Kau... ternyata kau yang merasuki temanku tadi ?" kata Ken seraya menunjuk - nunjuk makhluk itu. Ken melancarkan aksi 'sihir' nya kepada makhluk itu, namun nampaknya tak sedikitpun ia terpengaruh. Malah Ken merasakan bahwa tangannya mulai kaku. "Hati - hati, nampaknya ia sangat kuat. Sebaiknya kita gandakan perlindungan kita" Kataku. Setelah itu kami melancarkan aksi kami sehingga terjadilah sebuah pertarungan sengit yang bahkan mungkin ketika orang yang memiliki kelebihan seperti kami melihat pertempuran ini akan merasakan ketakutan yang luar biasa di dalam dirinya.

   Pertarungan masih berlanjut, kami berhasil menguasai separuh energinya, namun itu masih belum cukup. Bukannya berkurang, kami justru merasa kekuatannya semakin bertambah, membuat kami harus mengeluarkan energi yang lebih besar lagi. Hingga pada suatu titik ia membuat kami tersudut, sehingga Ken mengeluarkan 'sihir' andalannya yang sukses membuat kursi - kursi dan jendel ruangan ini bergetar sedikit. "Ya... ya... nampaknya berhasil..." Katanya dengan girang. Namun ia terlalu cepat senang, nampaknya makhluk itu menyerap energi yang dikeluarkan Ken dan berniat untuk mengembalikannya dengan cara yang tidak biasa. "Awas..." Kataku. Benar saja, ia mengembalikan energi itu sehingga membuat seisi ruangan ini melayang tak karuan. Satu hal yang kusesalkan adalah salah satu bangku itu terbang dan menabrak Ken yang berdiri di depan jendela lantai 2, bangku itu mendorong Ken dan membuatnya terlempar ke luar. Aku berusaha meraihnya namun tidak bisa. Ku lihat melalui jendela jasad Ken telah terbaring di luar sana bersimbah darah, seketika itu juga kulihat matahari menampakkan dirinya di cakrawala, pertanda hari baru telah tiba. Kualihkan pandanganku kembali kedalam ruangan ini, kulihat aku sendiri berdiri di tengah ruang yang seperti telah diterjang oleh gempa bumi. Pandanganku kosong, menyesali apa yang telah ku perbuat belakangan ini, Mungkin inilah yang dinamakan 'Karma', yah... mungkin inilah Karma ... -SA-

3 komentar:

cerita ketika ken mengalahkan M,H nya kurang di perdetail,,,konflik ceritanya kurang memuncak,,,,,biar seru,,,,

@Wahyu : Thanks...
@Anonim : Makasih atas sarannya... ^_^

Posting Komentar